Tagged: musik

Fairytales of Slavery (1994): Kolaborasi Minor Darwave dan Avant-Garde

dj-nfpquykd-600x600-75

Album ini adalah album terbaik yang menjadi titik tolak transformasi Miranda Sex Garden (MSG) dari medieval – a cappela menuju darkwave – avant-garde. Berisi tiga belas lagu yang seduktif dan mampu merkombinasikan unsur-unsur musik “asing” menjadi kesatuan yang menarik. Walau demikian, MSG tetap tidak dapat lepas dari akar nyanyian sendu ala Katharine Blake, yang terus menjadi karakteristik utama MSG dan khususnya pada album ini.

Jika melihat tren album ini, lagu Peep Show adalah menjadi nomor lagu yang paling populer yang mereka miliki. Memang, Peep Show menawarkan nada-nada sumbang yang tuneful dan diiringi ketukan drum ritmis dan upbeat, namun lagu tersebut nampaknya lebih cocok berada di pasar dibandingkan merefleksikan morfogenesis MSG sendiri. Justru, yang menarik berada pada satu trek setelah lagu Peep Show, yakni The Wooden Boat. Selanjutnya->

Advertisements

Suffer (1988): Musik Dedikasi Untuk Kontra-Hegemoni

29465_bad-religion-suffer

Suffer merupakan kombinasi paling sempurna antara gairah muda dan skeptisme ala martir pintar Greg Graffin. Album ini seolah menggebrak tahun 1988 dengan tesis yang menyatakan punk rock harus dipahami dengan sedikit bantuan thesaurus. Konsistensi ketukan cepat plus riffing gitar yang khas menjadikan 15 lagu dalam album ini jauh lebih menyenangkan dibandingkan satu album sebelumnya. Perspektif politik dan keagungan perlawanan album Suffer tidak hanya menjadikan album ini tambah menyenangkan untuk didengarkan, tetapi juga telah menjadikan Bad Religion sebagai pembangkang yang jenius. Kritik dalam trek pertama tidak dapat dipahami sedangkal sikap persona non-grata, tetapi lebih jauh sebagai bagian agitatif yang perlu dipahami sebagai upaya pemberontakan terkecil.

Eradicate but vindicate as progress creeps alongpuritan work ethic maintains its subconscious edge – as old glory maintains your consciousness”

You Are (The Government)

Kalimat tersebut sedikit mengingatkan saya dengan Gramsci, dan mungkin memang akan relevan jika ditarik kesimpulan atas apa yang ingin disampaikannya pada nomor pembuka. Konsepsi hegemoni ala Gramsci menyebutkan bahwa kekuasaan

Selanjutnya->