Tagged: marxisme

MENGAPA MARX MERAMAIKAN AGAMA?

Mendefinisikan pemikiran Marx dalam konteks agama berarti bermakna tunggal, yakni membuka perdebatan. Namun, hal ini tentunya juga dikarenakan pemikiran Marx yang memang jauh dari makna monolitas. Seperti halnya pendefinisian retakan epistemologis ala Althusser, sebagian kaum Marxis selanjutnya membentuk faksi dikotomis yang seolah mengedepankan orisinalitas Marx: Muda – Humastik vis-à-vis Tua – Ekonomistik. Marx muda kerap dianggap minor, dan dirasa sebatas proyek filsafat idealistik Marx, dan parsial dalam memahami realitas komperhensif penghisapan kapitalisme kontemporer.

Konsep alienasi dan kesadaran manusia menjadi isu konsentrasi Marx muda, konsep ini kerap diasosiasikan dengan bagaimana abstarksi ide menelanjangi manusia menuju titik terendah, setelah sebelumnya dilecehkan melalui pelucutan moda produksi. Intitusi suprastruktur yang menjadi kritik utama Marx juga menunjukkan bagaimana Marx memposisikan manusia sebagai subjek eksistensial, bukan sekedar objek mekanis yang berbondong tanpa gagasan, karena ada aspek suprastruktur yang juga harus direkonstruksi menuju keselarasan dalam kesetaraan kelas. Selanjutnya->

Advertisements