Tagged: film

ROBOT ‘VOYEURISM’ DAN UPAYA REPOSISI KULTUR PATRIARKI

Beberapa hari yang lalu pembahasan dunia hiburan banyak menyoroti “kencan” absurd antara aktor Will Smith dan robot humanoid populer, Sophia. Sophia adalah robot humanoid dengan kecerdasan buatan yang diklaim paling mutakhir, dan sekaligus menjadi robot pertama di dunia yang memiliki status kewarganegaraan. Sophia mengantongi status kewarganegaraan Saudi Arabia, negara yang sangat kental dengan deretan argumen anti-otonomi atas tubuh perempuan. Lantas, dengan kondisi realitas pengekangan kebebasan hak atas perempuan yang luar biasa di Saudi Arabia, apakah pantas Sophia bertindak tanpa batas? Berkelana tanpa penutup aurat dan berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan suaminya? Selanjutnya->

Advertisements

Le Fantôme de la Liberté (1974)

le fantome de la libertŽ

Luis Buñuel benar-benar cerdas ketika meyisipkan adegan jamuan ‘makan’ sang professor di atas toilet duduk. Satir dan kritik sosial yang sangat populer dan mudah dicerna, tentang etika dan wajah polutan dalam pandangan sang surealis. Terlalu absurd memang jika membahas runtutan sinematik dalam film ini yang berlapis dan acak. Konsistensi avant-garde dan usia 74 tahun Buñuel ketika membuat film ini patut diapresiasi secara lebih ketimbang sekedar sinematik dan debat pemaknaan simbol. Satu hal yang pasti, Buñuel kembali mengajarkan psikoanalisis dan asosiasi bebas Freud secara penuh gaya dan (mungkin sebenarnya) sangat serius.

Ada dua bagian dalam film ini yang sangat menonjol. Pertama adalah bagian awal film, film ini dimulai dengan proyeksi masa lalu. Tentang refleksi lukisan The Third of May 1808, dan para tentara urakan di sekitar monumen Doña Elvira. Lalu maju ke masa kini, dengan seorang pengasuh anak yang sedang membaca kisah penodaan Doña Elvira tersebut. Pengasuh anak yang selanjutnya dipecat Selanjutnya->