Tagged: dependensi

PEMBANGUNAN DAN DISTRIBUSI DEPENDENSI

Makna “pembangunan” pada dasarnya adalah partikular dan diverse, dan karena ke-partikular-an tersebut, kerap kali makna “pembangunan” digiring menuju  homogenitas dan dijadikan dalih untuk melanggengkan berbagai kepentingan ekonomi dan politik  tertentu (khususnya bagi korporat, dan ‘negara kapitalis’ atau capitalist-state). Berangkat dari pernyataan Escobar, bahwa wacana “pembangunan global” terus berada pada bayang-bayang negara maju, yang pada saat yang bersamaan juga sedang menghantui negara-negara (yang dianggap) sedang berkembang. Namun, bayang-bayang tersebut tidaklah bebas nilai, bayang-bayang tersebut bahkan sarat dengan nilai, dan yang paling melekat adalah “nilai-nilai ekonomi kapitalistik”. Jika melihat pada ruang sejarah Indonesia, Robison dalam the Rise of Indonesian Capitalism dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia bukan atas “kehendaknya” sendiri untuk masuk dalam ruang “pembangunan global” dan jerat neoliberalisme, melainkan atas “kehendak” pihak lain. Khususnya bagaimana pada era kepemimpinan Orde Baru, Undang-Undang Penananaman Modal Asing (UU PMA) diratifikasi dan menjadi pintu masuk bagi berbagai korporasi besar. Bahkan, seperti disebutkan Suar Saroso bahwa UU PMA tersebut juga lahir akibat dorongan aksis-aksis bisnis internasional dan corong neoliberalisme kawasan Blok Barat: Truman Doctrine. Selanjutnya->