Tagged: alkohol

MUTASI RUANG ALKOHOL

Jan Pieterszoon Coen pada Tahun 1619 pernah menulis, “bangsa kita harus minum atau mati“. Entah bangsa mana yang ia maksud, apakah Belanda ataukah Imperium Belanda (Hindia Belanda) itu sendiri. Namun yang pasti, pada era tersebut Gin dan Arak Batavia menjadi minuman kesohor di Hindia Belanda, mengundang banyak peminum baru yang gemar lontang-lantung setiap hari. Kapten Cook, seorang navigator besar dari Inggris, bahkan menyatakan bahwa seorang kakek 70 tahun di kapalnya yang tidak pernah sakit tidak terlepas dari agenda mabuknya setiap hari. Karena baginya, Batavia adalah “kota kematian” dan sumber penyakit, sehingga butuh injeksi alkohol yang cukup untuk menjaga resistansi tubuh. Mabuk menjadi bentuk gaya hidup baru, yang lambat laun terinternalisasi di kota-kota utama Nusantara yang jauh dari perburuhan kebun kolonial. Kala pekebun dan pekerja kasar di sebagian sudut Jawa dan luar jawa bergerak dalam kepedihan okupasi, dan di sudut Timur yang juga masih harus ‘berdansa’ pasca-asimilasi, Batavia mulai dikonstruksikan sebagai tempat persinggahan gaya Eropa, yang terus terdistribusi sampai kawasan Buitenzorg dan sekitarnya. Selanjutnya->

Advertisements