MUSTIKARASA: SAMBAL GORENG TAHU

Resep ini merupakan salah satu resep pertama yang saya coba dari Mustikarasa. Pada dasarnya, makanan ini menggunakan bumbu dan rempah yang sama dengan jenis Sambal Goreng lainnya, hanya saja menggunakan bahan dasar tahu (namun tetap ada perbedaan kecil, sebagai contoh pada bumbu Sambal Goreng Pepaja Muda, Sambal Goreng Kol & Sambal Goreng Kretjek terdapat penambahan bumbu terasi, sedangkan pada Sambal Goreng Lombok terdapat penambahan kecap manis).

Penyebutan asal resep dari Djawa Barat (Jawa Barat) dalam resep ini sebetulnya agak berbeda dengan genealogi tahu itu sendiri. JJ Rizal pernah menyebutkan bahwa tahu dibawa dan berkembang di Nusantara melalui asimilasi budaya dengan Tionghoa (tahu berasal dari kata tao-hu atau teu-hu,  kata tao/teu memiliki arti “kacang kedelai”, sedangkan hu berarti “hancur – lumat”), dan diketahui banyak dimanfaatkan di kawasan Jawa Tengah. Namun pada abad ke-18 tahu mulai menyebar di seluruh kawasan Jawa, sebagai konsekuensi dikenalnya tahu sebagai “penyelamat gizi” masyarakat pada masa tanam paksa.

Tetapi mengingat dalam resep ini tahu dipotong kecil-kecil (dan digoreng setengah kering), sedikit banyak konsep tahu tersebut mengarah pada tahu sumedang.  Ong Kino (seorang pendatang Tionghoa) mulai mengembangkan tahu yang dipotong kecil-kecil dan digoreng sedikit kering pada sekitar tahun 1900-an di Bumi Periangan, atau secara spesifik di Sumedang. Sejak saat itu pula tahu yang dipotong kecil-kecil dan digoreng sedikit kering identik dengan Jawa Barat, yang mungkin menjadi asal muasal mengapa resep sambal goreng tahu ini dilekatkan pada daerah Jawa Barat. Berikut adalah resep Sambal Goreng Tahu :


Bahan-Bahan:

  • Tahu (2 buah)
  • Kelapa (1/4 butir)
  • Minjak Goreng (4 sdm.)

Bumbu-Bumbu:

  • Bawang Merah (4 buah)
  • Salam (1 lbr.)
  • Bawang Putih (2 siung)
  • Asam (2 mata)
  • Lombok Merah (2 buah)
  • Laos (1 potong)
  • Gula Merah (1 sdt.)
  • Garam (1 sdm.)

Tjara Membuatnja:

  1. Kelapa diparut, dibuat santan
  2. Lombok merah, bawang merah, bawang putih, diiris tipis
  3. Bumbu lain dihaluskan bersama-sama
  4. Tahu diirins kecil-kecil digoreng setengah kering, kemudian bumbu ditumis sampai laju
  5. Santan dimasukkan, tahu dimasukkan, dibiarkan sampai mendidih

CATATAN:

  • Resep tidak mengalami perubahan dari buku resep Mustikarasa (2016: Hal 327 – 328), hanya perubahan kecil pada penomoroan dan tanda baca, sehingga tidak mengubah fonem maupun makna tulisan dalam resep
  • Penggunaan laos sebaiknya tidak terlalu banyak (1 – 2 cm), karena jika merujuk resep ini yang hanya untuk kurang lebih 3 – 4 porsi, laos yang terlalu banyak akan menimbulkan rasa dan aroma yang terlalu menyengat
  • Bagi penyuka pedas, bisa (dan sangat cocok jika) ditambahkan potongan atau cabe rawit utuh untuk menambahkan sensasi pedas pada Sambal Goreng Tahu
  • Karena potongan tahu yang kecil-kecil rentan hancur, hindari pengadukan berulang ketika proses pematangan (atau pendidihan) santan, selain itu gunakan juga api yang kecil untuk hasil yang lebih baik dan meresap
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s